yes or no
pesta pernikahan yang aku hadiri dalam kurun waktu 3 tahun ini bisa aku hitung dengan hitungan jari. rata-rata dengan nuansa adat jawa tentu saja. karena hanya terbatas pada daerah yogyakarta, sukoharjo, muntilan dan magelang. secara konsep saya menganggapnya kurang menarik. ini hanya opini saya sendiri. tentu saja tidak bisa saya pertanggungjawabkan dengan bahasan ilmiah.
pesta pernikahan terakhir yang saya hadiri adalah pesta pernikahan sepupu saya. ala militer. karena dua-duanya dari tni angkatan udara. sebelum nya saya sangat antusias dengan pesta pernikahan ini. bener bener super penasaran. karena seumur hidup baru kali ini bakal melihat upacara pedang pora. pertama melihatnya pada saat upacara pernikahan anaknya bapak presiden sby di istana bogor (baca: nonton lewat acara televisi). sepertinya sangat megah dan anggun.
saya berharap memiliki perasaan yang sama dengan pesta pernikahan sepupu saya. pesta di hadiri perwira-perwira tinggi militer angkatan udara dari yogyakarta dan solo. hmm,, militer bgt pokoknya, namun karena catering, dekorasi, undangan, etc tetap saja saya ngomel-ngomel sendiri: "gak menarik & gak keren & lain-lain". intinya tidak seperti yang saya harapkan. hmm,, memang pestanya mendapat kawalan dari aparat yang cukup ketat. namun tetap saja saya menganggapnya kurang menarik. entah karena budget-nya yang terbatas atau apa, saya bener tidak tahu. karena selama beberapa hari sebelum hari h saya hanya menemani sepupu saya ke salon, dan beli ini itu, etc.
karena ngomel-ngomel gak jelas bin gak karuan, saudara-saudara saya juga ngomong: "jal, suk delok suk pernikahan ne sigit kayak apa" (baca: coba kita liat ntar bagaimana pesta pernikahannya sigit). hmm,, saya sedikit mengerutkan dahi.
duh, gimana ya? saya sendiri juga bingung mau seperti apa. apakah ala timur tengah lengkap dengan pasir yang di import dr arab lengkap dengan unta-untanya atau ala eropa dengan design kerajaan lengkap dengan bunga tulip import warna-warni. kalo nekat seperti itu pastinya bakal mengerutkan dahi sekali lagi. hohoho,, gaji berapa tahun itu,, yang ada malah g kawin-kawin.
kalo boleh jujur ne, saya gak tau ingin dekorasi yang kekmana. saya hanya ingin sebuah pesta pernikahan yang intim, tamu-tamu saya tidak merasa asing dengan mempelai maupun dengan tamu yang lain. saya tidak ingin pesta pernikahan saya diingat orang karena bertaburan bunga tulip import warna-warni, atau karena di sana ada kolam air mancur lengkap dengan ikan-ikan hidup berenang atau karena pasir arab import dan unta-untanya. mimpi saya pesta pernikahan saya itu bakal di kenang sebagai sebuah perayaan yang akrab dan menyenangkan, penuh kasih, dimana tamu bisa tersenyum dengan tulus, merasakan kebahagiaan yang saya dan istri saya rasakan. amin
hmm,, super simpel tapi sepertinya perlu kerja keras dan banyak uang. karena bagaimanapun juga untuk membuat para tamu nyaman tetap butuh duit banyak juga. akan lebih mudah seperti itu.