Archive for January, 2006

lanjuta dari satu cerita

Wednesday, January 25th, 2006

Overvieweos5d
Entah kapan barang yang disisi ini, ada disisiku. Klo ambil modal dr beasiswa yg kudpat barusan. Itu baru sepeersepuluhnya. Brrt klo kalkulus I gw dpt A , berarti masih kurang sepersepuluh. Ah kurang banyak donk. Geblek bgt seh. Pdhl gw blm beli hp. Trus flsdis ilang, berarti harus beli lg. Motor blm jg beli. Kos? Blm kos lg. Nyk bgt donk. Yah paling enggk dengan adanya beasiswa itu, gw g punya utang lagi. Enk bgt rasanya g punya hutng. Seperti waktu semester1 g ada yg dpt B. Puji Tuhan. Alhamdulilah. Haeleluya. Puji Bagi Alloh yang telah mendidik semesta alam. Terimakasih buat semuanya selama ini.

satu ceerita

Wednesday, January 25th, 2006

Ditengah keputusasaan ku nyari duit buat beli hp lagi (+digicam). Akhirnya dpt angin segar juga. Beeasiswa gw jebol. Oh yeach… Emank belum cukup buat ngedapetin smartphone O2. Tp dah cukup buat beli Samsung SGH-X150.

Garis Cahaya Bulan…

Thursday, January 12th, 2006

Hidup inilah yang memilih kita. Jangan di balik, kita tak pernah bisa memilih hidup kita. Jangankan hidup,
lahir di rahim siapapun, kita tak pernah bisa memilih. Kita ditentukan, dan manakala kita mengeluh, atas
apa yang kita dapatkan, itupun tak sepenuhnya salah.Tapi, siapakah yang akan membela jika kita mengeluh
dan memepertanyakan keadilan? Tidak ada. Oleh karenanya, kawan, lebih baik nikmati sebatang rokok kehidupan ini,
tanpa mempersalahkan siapapun. ( Yanusa Nugroho: Bukit Nusa Indah, 982 ).

Walaupun saat ini dan mungkin untuk seterusnya sampai jiwa ini masih terperangkap dalam jasad ini, aku takkan
bisa menikmati rokok, entah itu cuman sebatang. Merokok adalah salah, tidak di ragukan lagi, akupun tau, namun
nyatanya itulah mungkin satu-satunya kebahagiaan yang benar-benar aku sadari aku dapatkan. Aku benci hidup sehat.
Karena akan selalu ada batasan. Tapi itulah hidup, kita tidak akan bisa hidup bebas, akan selalu ada ikatan.
Walaupun bagaimanapun juga aku harus tetap menjalaninya. “Jauhi goreng-gorengan, berhenti merokok, Istirahat
yang cukup”, ujar seorang dokter. Sampai saat ini mungkin berhasil, “sedikit”: mengurangi gorengan,
tidak lagi merokok, dan sudah jarang keluar malem (mungkin sudah tidak lagi). Dan dengan konsekuensi di
jejali banyak pertanyaan tidak penting. Ah sial. Seperti tulisan di awal, tidak perlu ada yang disalahkan, walaupun
sebenarnya aku ingin mempersalahkan diriku sendiri, mungkin juga Tuhan.